Selasa, 17 Mei 2011

Outbound Training Malang.Lemak memang membuat makanan lebih gurih dan lezat. Namun, lemak juga memberi sumbangan besar bagi risiko beberapa penyakit, terutama jika yang lebih banyak diasup adalah lemak jenuh.Menurut Suzanne Rostler, ahli nutrisi dari Amerika, orang dewasa seharusnya memperoleh 20-35 persen kalorinya dari lemak karena lemak merupakan sumber utama energi tubuh.Terdapat dua jenis lemak, yaitu lemak jenuh dan lemak tidak jenuh. Lemak tidak jenuh yang baik bagi kesehatan dapat diperoleh dari ikan (khususnya tuna dan salmon), alpukat, minyak zaitun, minyak jagung, kacang tanah, minyak biji aprikot, atau minyak bunga matahari.Lemak tidak jenuh yang sehat biasanya tetap cair pada suhu ruangan.Outbound Training Malang. Untuk meningkatkan asupan lemak tidak jenuh, ganti produk lemak jenuh seperti margarin dengan minyak zaitun atau minyak sayur. Akan tetapi minyak zaitun atau minyak sayur ini tetap sehat jika tidak digunakan untuk menggoreng. Selain itu kurangi porsi daging merah dengan ikan.Sementara itu lemak jenuh bisa terdapat pada minyak transfat (trans fatty acids), ini merupakan lemak cair yang ditambahkan atom hidrogen sehingga tetap padat pada suhu ruangan. Lemak jenis ini banyak ditemukan pada makanan yang digoreng atau makanan yang diproses.Konsumsi transfat akan meningkatkan kolesterol total. Itu sebabnya sebaiknya hindari minyak ini. Bila Anda ingin mengetahui ada tidaknya kandungan tranfat pada suatu produk, perhatikan kata hydrogenate, partialy hydrogenated atau shortening, karena itu berarti mengandung transfat.Perlu diketahui pula bahwa tingginya kadar kolesterol sebenarnya tidak berasal dari makanan yang mengandung kolesterol tinggi, melainkan karena banyaknya asupan makanan tinggi lemak jenuh seperti transfat.Outbound Training Malang.

Jumat, 06 Mei 2011

Outbound di Malang.Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng sudah siap menyambut kedatangan para delegasi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 ASEAN. Seluruh infrastruktur hingga sistem keamanan bandara sudah terkoordinasi dengan baik."Untuk sistem pengamanan selama pelaksanaan KTT dilakukan penambahan kekuatan personel pengamanan gabungan yang terdiri dari petugas internal bandara, kepolisian, hingga TNI," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Tri S Sunoko dalam rilis yang diterima, Jumat (6/5/2011).Di Bandara, ada 561 orang yang akan mengamankan kedatangan para delegasi negara sahabat. Outbound di Malang.Sebanyak 147 personel TNI Angkatan Darat, 55 personel Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara, 206 personel Kepolisian RI, serta sebanyak 153 personel DENPOM dan Kavaleri. "Sedangkan personel pengamanan dari internal AP II sebanyak 1.324 personel. Sistem penanganan arus memperlancar perjalanan para delegasi di dalam bandara juga kami siapkan. Ada jalur khusus yang kami buat, di luar jalur penumpang umum," lanjut Tri Sunoko. Sebagai penunjang, lanjut dia, manajemen juga telah melakukan penambahan kamera pengawas CCTV, dari sebelumnya 536 menjadi 779 buah termasuk di area ground handling (air side) tempat penanganan penumpang maupun barang saat datang. Kemudian untuk fasilitas dan utilitas di terminal penumpang, Tri Sunoko memaparkan, persiapan-persiapan yang telah dilakukan untuk memaksimalisasi pelayanan terhadap para delegasi.Persiapan tersebut meliputi pemasangan Pintu Gerbang di VIP Room, penyediaan area parkir khusus delegasi ASEAN, penataan ornamen dan hiasan serta papan-papan petunjuk di bagian dalam terminal, pemasangan bendera, spanduk, baliho dan umbul-umbul maupun poster penyambutan di dalam dan luar terminal. Outbound di Malang